230 Tukang Becak di Indramayu Terima Becak Listrik Gratis dari Presiden

  • Whatsapp
banner 468x60

Signalnews,- Sebanyak 230 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diserahkan kepada para pengemudi becak di Kabupaten Indramayu, Sabtu (24/10/2026).

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kerja para pengayuh becak, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan kepeduliannya terhadap masyarakat kecil melalui program bantuan becak listrik tersebut.

‎“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo Subianto yang sudah membantu dengan menyalurkan bantuan becak listrik,” ujar Lucky Hakim.

Menurut Lucky, Kabupaten Indramayu menjadi salah satu daerah di Jawa Barat dengan jumlah penerima bantuan becak listrik terbanyak. Ia menyebutkan, bantuan yang telah diterima di Indramayu mencapai lebih dari 300 unit, termasuk penyaluran pada tahap sebelumnya.

‎Lucky juga mengapresiasi peran Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu, Kasan Basari, yang dinilai aktif melakukan upaya koordinasi sehingga penyaluran bantuan ke Indramayu dapat berlangsung lebih cepat.

“Ini membantu sekali. Bukan cuma sekadar bantuan sebuah becak kepada satu orang tukang becak, tetapi ini adalah bantuan untuk sekeluarga,” katanya.

Ia menilai, penggunaan becak listrik menjadi solusi bagi pengemudi becak berusia lanjut yang masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan tenaga listrik, para pengemudi diharapkan tidak lagi terlalu mengandalkan kekuatan fisik untuk mengayuh becak.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengupayakan penyediaan titik pengisian daya atau charging station gratis di lokasi-lokasi yang biasa menjadi tempat mangkal tukang becak.

‎Lucky juga mengingatkan penerima agar menjaga dan merawat bantuan tersebut serta tidak memperjualbelikannya.

Menurutnya, bantuan itu harus tepat sasaran dan digunakan oleh penerima yang benar-benar membutuhkan. Apabila penerima sudah tidak ingin menggunakan becak listrik tersebut, ia menyarankan agar bantuan dikembalikan melalui pihak yang mendata atau menyalurkannya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu, Kasan Basari, mengingatkan para penerima agar merawat dan menjaga becak listrik yang telah diberikan.

‎Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo terhadap masyarakat, terutama tukang becak yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup keluarga di tengah keterbatasan ekonomi.

‎“Pak Prabowo itu amat sangat peduli dengan rakyat. Pak Prabowo itu paham dengan kondisi bangsa, paham dengan negara. Sekian puluh tahun telah terjadi paradoks, fakta berbalik. Negaranya kaya, rakyatnya masih sengsara,” ujar Kasan.

‎Ia berharap, bantuan tersebut tidak hanya dipandang sebagai pemberian kendaraan, tetapi juga menjadi sarana produktif untuk meningkatkan penghasilan keluarga.

“Bukan hanya sekadar becak, tapi jadikanlah alat perjuangan untuk memberikan nafkah buat keluarga yang ada di rumah. Mudah-mudahan ini membawa berkah,” katanya.

‎Terkait kemungkinan penambahan bantuan pada tahap berikutnya, Kasan menyatakan akan mencoba mengomunikasikannya kembali dengan pihak yang memiliki kewenangan.

Sementara itu, apabila ditemukan penerima yang memperjualbelikan becak listrik, pihaknya akan mengedepankan pendekatan persuasif sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

‎Ketua Koordinator Becak Listrik Indonesia sekaligus Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) Jawa Timur, Ana Setiawati, menjelaskan bahwa program bantuan becak listrik direncanakan terus berjalan secara bertahap hingga 2028.

Ia menyebutkan, jumlah bantuan yang direncanakan secara nasional mencapai sekitar 70.000 hingga 80.000 unit, menyesuaikan dengan data tukang becak yang telah masuk.

“Insyaallah direncanakan sampai tahun 2028 itu kurang lebih 70 sampai 80.000. Karena data becak yang sudah masuk sementara ini seluruh Indonesia 70.000 lebih, tapi dibulatkan menjadi 80.000,” kata Ana.

Menurutnya, penyaluran dilakukan secara bertahap karena kapasitas produksi becak listrik masih terbatas. Meski demikian, program tersebut direncanakan menjangkau penerima di berbagai wilayah Indonesia.

‎Ana menjelaskan, becak listrik tersebut diproduksi oleh PT Pindad dan memiliki garansi selama satu tahun. Apabila terjadi kerusakan pada masa garansi, penerima dapat menyampaikan laporan melalui Dinas Perhubungan atau pihak terkait untuk diteruskan kepada YGSN, yang selanjutnya berkoordinasi dengan Pindad.

Terkait kriteria penerima, Ana mengatakan bahwa kelompok usia 55 tahun ke atas menjadi prioritas pada tahap saat ini. Selanjutnya, cakupan usia penerima direncanakan dapat diperluas secara bertahap ke kelompok usia yang lebih muda setelah para lansia terakomodasi.

‎“Jadi memang diutamakan yang lansia dulu. Tapi dalam satu wilayah kalau lansianya sudah terakomodir semua, pasti akan beralih ke usia yang di bawah,” jelasnya.

Ana juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memfasilitasi kepesertaan BPJS bagi para pengayuh becak yang memenuhi kriteria bantuan. Menurutnya, banyak pengemudi becak berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah sehingga membutuhkan dukungan perlindungan sosial.

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60