Kobaran Api di Kilang Pertamina Balongan Indramayu, Ini Penjelasannya

  • Whatsapp
banner 468x60

Kobaran api besar dari area Kilang Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat, menggegerkan warga pada Selasa (13/10/2026) malam. Besarnya nyala api itu bahkan membuat langit malam di sekitar area kilang berubah kemerahan. Kondisi ini yang membuat banyak warga penasaran terkait peristiwa yang sedang terjadi di dalam kilang. Panji Asmara (48), warga Kecamatan Sindang, salah satunya. Malam tadi saat berada di Indramayu Kota, ia melihat langit dari arah Balongan menyala merah. Saat dicek, nyala itu berasal dari areal Kilang Balongan.

“Kurang tahu ada aktivitas apa, tapi memang nyala terang malam tadi,” kata Panji kepada Kompas.com, Rabu (14/10/2026).

Senada dengan Panji, Mega (32), warga lainnya, pada malam tadi ia langsung mengecek ke luar rumah, usai kabar tersebut mendadak ramai di media sosial. “Viral di medsos, saya juga lihat merah menyala, cuma gak tahu kenapa,” kata Mega. Di sisi lain, bagi masyarakat lokal di kawasan Balongan menganggap fenomena kobaran ini sebagai hal yang lumrah.

Menurut mereka, obor besar tersebut masih menjadi bagian dari aktivitas operasional rutin kilang. “Saya sebagai warga Balongan sih sudah biasa melihat kobaran seperti itu mas,” tutur Nurpad, warga Desa Balongan. Penjelasan pihak Kilang Balongan Menanggapi kepanikan warga, Pjs Area Manager Communication, Relation & CSR RU Balongan, Andromedo Cahyo Purnomo, mengonfirmasi soal kobaran api besar pada malam hari tadi. Ia menjelaskan bahwa nyala api berasal dari gas suar bakar atau flare, yang merupakan bagian dari instalasi keselamatan standar industri minyak dan gas (migas). Lebih lanjut, Andromedo menegaskan bahwa kondisi kilang tetap aman dan terkendali.

“Kami memahami bahwa munculnya nyala api flare yang terlihat lebih besar pada malam hari tadi menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Tapi dapat kami pastikan bahwa kondisi kilang tetap aman dan terkendali,” kata Andromedo.

Andromedo menerangkan, keberadaan flare sangat vital bagi industri migas untuk membuang kelebihan gas hidrokarbon secara aman. Membesarnya nyala api pada waktu tertentu merupakan bagian dari aktivitas operasional kilang yang dijalankan sesuai prosedur keselamatan dan pengendalian operasi yang berlaku. Pasca-kejadian, tim operasi bersama HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) Kilang Balongan juga langsung melakukan pengecekan dan pemantauan menyeluruh. Kejadian ini juga dipastikan tidak mengganggu proses produksi maupun pendistribusian BBM. “Kami juga menjamin hal ini tidak akan berdampak pada rantai pasokan BBM,” imbuh Andromedo.

Pihak Kilang Balongan menegaskan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau situasi. Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau kabar hoaks yang belum terkonfirmasi kebenarannya. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” katanya.

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60