Cerita Damkar Tak Sempat Bisa Istirahat Atasi Kebakaran yang Datang Berturut-turut di Indramayu

  • Whatsapp
banner 468x60

Peluh yang membasahi seragam petugas belum sempat mengering saat laporan darurat kebakaran kembali masuk ke Mako Damkar Indramayu. Petugas yang saat itu baru saja selesai usai berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, sekitar pukul 11.55 WIB, harus kembali bergegas menyiapkan peralatan pemadaman. Pada Senin (12/10/2026) siang ini, dua insiden kebakaran terjadi secara berturut-turut. Dengan masih mengenakan seragam yang sama, sirine armada Damkar kembali dibunyikan keluar dari Mako pada pukul 12.15 WIB.

Mereka bergegas menuju lokasi kebakaran rumah warga di Blok Kitana Kidul, Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokan Bunder.

Kepala Bidang Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jajat Wibisono tidak menampik saat itu pihaknya dikejar oleh waktu untuk melakukan penanganan. Mengingat lokasi rumah milik Hj Tarinih yang terbakar tersebut berada di pemukiman padat penduduk. Struktur atap rumah korban bahkan dilaporkan menyatu dengan rumah tetangga di sampingnya. “Anggota baru sampai mako, ternyata ada lagi masuk laporan kebakaran. Langsung gerak lagi ke Desa Jayalaksana,” cerita Jajat kepada Kompas.com.

Kecepatan Jadi Kunci Padamkan Kebakaran Disampaikan Jajat, kecepatan menjadi kunci utama. Ia saat itu langsung membagi strategi dengan memerintahkan armada dari Pos Unit Jatibarang untuk bergerak lebih dahulu ke lokasi kejadian karena jaraknya yang relatif lebih dekat. Di sisi lain, satu armada tambahan menyusul dari Mako Damkar Indramayu. Setibanya di lokasi, langkah taktis langsung dilakukan. Petugas pun mengambil alih upaya pemadaman yang sebelumnya dilakukan oleh warga bersama pemerintah desa dan pihak kepolisian dengan peralatan seadanya. Usai berjibaku menyemprotkan air selama kurang lebih 1 jam 30 menit, api kebakaran yang melanda rumah berukuran 70 meter persegi milik Hi Tarinih tersebut dipastikan berhasil dipadamkan seutuhnya sekitar pukul 14.00 WIB.

“Untuk dugaan penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik,” ujar Jajat. Di balik peristiwa ini, Jajat tidak menampik ada sedikit kelegaan yang dirasakan oleh ia dan jajarannya.

Api Berhasil Dijinakkan Tanpa Menimbulkan Dampak Besar Walau sempat terbakar namun api berhasil dijinakkan sebelum menimbulkan dampak yang jauh lebih besar. Jajat dalam hal ini memastikan hanya kamar belakang rumah tersebut saja yang terdampak karena menjadi titik sumber api, sedangkan bagian rumah lainnya selamat. Kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut pun dapat ditekan signifikan. Dari keterangan pemilik rumah, kata Jajat, kerugian ditaksir kurang lebih Rp 20 juta.

Begitu pula rumah tetangga, walau posisinya berdempetan, api dipastikan tidak sempat menjalar karena lebih dahulu berhasil dikendalikan oleh petugas. “Alhamdulillah, hanya kamar bagian belakang yang terdampak. Padahal atapnya menyambung dengan rumah tetangga, alhamdulillah api tidak sampai merambat. Tidak ada barang berharga korban yang ikut terbakar,” tutur Jajat penuh rasa syukur. Pada akhirnya, di balik pakaian yang basah dan rasa lelah yang mendera tersebut ada dedikasi nyata yang coba ditunjukkan oleh petugas Damkar. Mereka mungkin bukan pahlawan yang namanya tercatat oleh sejarah, meski begitu mereka akan terus berusaha untuk selalu hadir secepat mungkin demi upaya menyelamatkan warga yang sedang terkena musibah.

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60