Signalnews,- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup sementara operasional 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah tegas ini diambil karena dapur-dapur pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan setempat.
Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan pemenuhan kriteria serta standar sertifikasi sanitasi merupakan syarat mutlak yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan dapur MBG.
“Penghentian ini bukan karena pengajuan sertifikasi ditolak, melainkan karena pihak pengelola sama sekali tidak melakukan pendaftaran meskipun telah dikonfirmasi dan ditunggu,” tegas Sudaryono.
Keputusan penutupan sementara ini diambil berdasarkan hasil penyisiran dan verifikasi ketat yang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan per 7 September 2026.
Sudaryono menjelaskan, penutupan bersifat sementara. Dapur yang telah melengkapi pendaftaran dan memenuhi standar SLHS akan kembali diizinkan beroperasi guna memastikan keamanan dan kesehatan penerima manfaat tetap terjamin.








