Signalnews – Bupati Indramayu Lucky Hakim memaknai kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan, tetapi juga kebebasan masyarakat dalam menentukan kehidupan serta mendapatkan hak-hak dasar sebagai warga negara.
Hal itu disampaikan Lucky Hakim usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pendopo Indramayu, Senin (17/8/2026).
Menurut Lucky, kemerdekaan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan jati diri dan menggunakan hak asasinya, termasuk dalam menjalankan agama, memperoleh pendidikan dan layanan kesehatan, serta menyampaikan pendapat.
“Kemerdekaan adalah bahwa sebenarnya sudah tidak diatur-atur hidup kita, tidak dipaksa-paksa. Kita memiliki kebebasan dalam menentukan jati diri kita, hak asasi kita dalam beragama, dalam mendapatkan pendidikan, kesehatan, dan berpendapat, itu yang paling penting,” ujar Lucky.
Ia menilai berbagai kebebasan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa. Karena itu, menurutnya, generasi saat ini tidak lagi harus mengangkat senjata untuk memperjuangkan kebebasan, melainkan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan tersebut.
“Kita sudah tidak harus berperang untuk mendapatkan kebebasan dalam berpendapat, tidak harus berperang untuk mendapatkan pendidikan. Nah, sekarang kita maknai dengan cara menjaganya,” katanya.
Lucky menegaskan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar, terutama akses pendidikan, kesehatan, serta upaya meningkatkan kesejahteraan.
Dalam kesempatan tersebut, Lucky juga menekankan pentingnya nasionalisme bagi generasi penerus bangsa. Menurutnya, kebebasan tanpa rasa cinta terhadap tanah air justru dapat membuat masyarakat kehilangan identitas kebangsaannya.
“Generasi muda harus punya nasionalisme. Jadi tidak tercerai-berai,” tegasnya.
Ia mengatakan Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman luar biasa, mulai dari perbedaan suku, bahasa, budaya hingga karakter masyarakat di berbagai wilayah. Namun, seluruh perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama.
“Kita memang berbeda, kulit kita berbeda, di timur, di barat, di tengah itu berbeda. Bahasa kita sangat berbeda, jangankan antar pulau, kita satu pulau pun bisa berbeda. Tapi kita punya satu tujuan, yaitu kita bersama-sama membangun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lucky mengakui bahwa kemerdekaan secara politik dan kenegaraan belum otomatis membuat seluruh masyarakat merasakan kesejahteraan yang sama, terutama dalam aspek sosial dan ekonomi.
Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan kemakmuran. Namun, kondisi tersebut menjadi bagian dari pekerjaan pemerintah yang terus diperjuangkan.
“Tentu sedang kita perjuangkan. Dari zaman dulu sampai sekarang, tidak semua orang menjadi kaya, tidak semua orang menjadi pintar, tidak semua orang menjadi makmur. Tapi tujuan bernegara adalah membawa kesejahteraan umum,” kata Lucky.
Ia memastikan Pemkab Indramayu terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat dan mendorong peningkatan kesejahteraan.
“Kalau apakah semuanya sudah makmur? Ya tidak, tapi kita sedang berusaha supaya semuanya makmur. Kitain process” pungkasnya.











